Apasih Amazing Tax Treasure Hunt itu? Well, Amazing Tax Treasure Hunt itu adalah lomba yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Wajib Pajak Besar. Tujuan DJP buat lomba ini sih buat mensosialisasikan apa sih pajak itu. Jadi lomba ini menyuruh kita untuk mencari clue, lalu mendatangi tempat yang dimaksud clue tersebut, dan setelah itu di tempat tersebut kita harus menjawab pertanyaan tentang pajak dan juga pengetahuan umum. Oiya, selain untuk mensosialisasikan tentang pajak, lomba ini juga bertujuan untuk menyemarakkan semangat anak-anak untuk berkunjung ke museum. Kenapa begitu? karena tempat-tempat yang ada di clue kebanyakan adalah museum.
Jadi gue dan 5 orang teman gue mewakili SMAN 8 Jakarta untuk lomba ini. Personil (cieilah, udah kayak band) Tim SMAN 8 itu ada gue, Bela, Amel, Vitra, Alyssa, dan Filia. Ya bayangin aja ya 5 orang teman gue tadi semuanya berasal dari SMP Labschool Jakarta. Ya aku mah apa atuh, cuma berasal dari SMPN 99 Jakarta. Tapi gapapa, itu menandakan gue hebat kan bisa kerja sama dengan anak labsraw. Kami berenam saat tau harus mewakili lomba ini, reaksinya biasa aja. Serius, biasa aja. Malah pas briefing sama pihak lomba kami malah bercanda. "Bajunya All Size kan ya?" "Dapet makan kan ya?" "Kalo duit transportnya sisa, boleh buat kita kan ya?" dll dsb dbd.
Saat hari H kami udah standby di Gedung DJP Gambir dari jam 08.00. Dari pihak panitia kami dibekali handuk, kaos lomba, air botol, uang 175rb, dan peta dimana kira-kira clue berada. Kami juga tidak diperbolehkan membawa handphone ataupun RPAL. Pesaing kami adalah SMA Lab School Kebayoran, SMKN 30, SMA 90, SMA 33, SMA 72, SMAK Penabur 7 dan SMA 68 Jakarta. Lomba dimulai jam 09.00, padahal jadwalnya jam 07.30.
Yoi banget gak tuh pembukaannya, hal pertama yang harus kami lakukan ketika lomba dimulai adalah naik ke lantai 2 gedung DJP Gambir. Wah gampang dong naik lift juga bisa. NOPE. Peraturannya kami harus mengelilingi gedung tersebut baru lah boleh ngambil clue pertama. Singkat cerita kami berhasil mendapatkan clue dan juga menjawab pertanyaan pertama. Dan.. kami memilih Monas sebagai tujuan pertama dari sekian banyak tempat yang ada di peta.
Tempat 1−Monas
Tempat pertama yang kami kunjungi sekaligus tempat pertama yang bikin sebel. Bayangin ya keliling monas yang luas itu terus alhasil gak nemu cluenya. YHA, gapapa. Kami sabar aja. Oiya, i forget to mention that this competition really requires running, which is sesuatu yang gue gak bisa banget. Awal menuju monas seneng banget lari-larian. Setelah 30 menit lari-larian pada capek semua. Kecewa, kami pun memutuskan naik bajaj ke SMP 4. Iyha, SMP 4 yang di depan Masjid Istiqlal itu. Tempat clue pertama yang kami temui ada disitu. ENTAHLAH, kenapa harus disitu yha.
Tempat 2−Lapangan Banteng
Ternyata clue tadi menyatakan bahwa kami harus ke Lapangan Banteng untuk bertemu dengan "Pria Topi Loreng, Celana Oren" yang gue bayangkan adalah seorang tentara yang mendukung klub Persija. Ternyata... cuma orang biasa yang pakai topi loreng. Si mas ini nanya "Siapa arsitek monas?" "ngg ngga tau pak". Melayang sudah poin di pertanyaan pengetahuan umum. Setelah itu si mas nanya lagi tentang pajak (gue lupa pertanyaanya apa). And yes! jawaban kami bener! Setelah itu kami memutuskan untuk ke Kemenkeu.
Tempat 3−Kemenkeu
Disini menurut gue tempat paling enak sih. Pertama, tempatnya keren, ada sentuhan arsitektur Belanda, Instagramable banget. Kedua, cari cluenya gampang. Ketiga, pertanyaannya gak begitu susah. Keempat, Mas dan Mba yang ngasih pertanyaannya baik, ngasih petunjuk jawabannya gak pelit dan juga ngasih tau kalo mau ke Kota Tua (tempat yang kami kunjungi selanjutnya) harus naik apa. Pokoknya I luv Kemenkeu deh.
Tempat 4−Daerah Wisata Kota Tua
HAHAHAHAHA INI APA INI. Kenapa kami pilih Kotu? karena di peta ada dua tempat clue yang terletak di sana, yaitu Museum Bank Mandiri dan Museum Seni Rupa. Karena Museum Bank Mandiri terletak lebih dulu, kami nyari clue di sana dulu. Waste of time banget di sini. Sejam kami ngubek-ngubek museum ini, gak ketemu juga cluenya! Bahkan kami sampai naik ke lantai 2nya yang gelap dan membuat berkhayal akan dimensi lain (iya gitu). Frustasi, kami pun beralih ke Museum Seni Rupa. Beda dengan Museum Bank Mandiri, di sini gampang mencari cluenya. Tinggal tanya sama abang penjual minuman dan TADA.. kami tau tempat cluenya. Singkat cerita, kami berhasil menjawab pertanyaannya. Kami sudah mulai lelah, akhirnya kami memutuskan untuk ke Museum Nasional a.k.a Museum Gajah sebagai tempat terakhir yang kami kunjungi.
Tempat 5−Museum Nasional
Walau tempat terakhir, tapi semangat kami gak luntur! Gue aja bahkan lari-larian dari dan ke bawah basement tempat parkir mobil. Di Museum ini, mas dan mbanya nunggu di basement untuk ngasih pertanyaan. Alhamdullilah, di tempat terakhir ini kami juga berhasil menjawab pertanyaannya. Kami pun balik ke kantor DJP naik.....taksi. Iya, capek banget soalnya. Bayangin aja udah lari-larian, sempit-sempitan di busway sebelumnya, keringetan, bau apek, dan lain-lain.
Pas sampe di kantor DJP gue merasa lega sekali. Rasanya ingin langsung makan. Saat sedang makan sembari nunggu tim lain yang masih belum sampai (iya, banyak yang nyasar, ditolak supir taksi karena jumlah lebih dari 5 orang, dll) kami disuguhi hiburan dari band SMAK Penabur 7 dan SMAN 68. Setelah semua tim telah kembali ke kantor DJP, setiap tim disuruh maju untuk nyanyiin yel-yel. Ya kami sih maju dengan tagline andalan kami yaitu "Es Em A En Delapan memang paling terdepan, gak takut lawan, cuma takut tuhan". Keren gak tuh.
Momen yang paling ditunggu-tunggu pun tiba. Gue dan teman-teman mendapati peringkat kedua! YAYYYY! Lumayan 1.750.000 dibagi 6.
![]() |
| Look at our happy faces! |
![]() |
| Bersama Juara I, SMAN 68 dan Juara III, SMKN 90 |
Final Thoughts
Seneng banget bisa ikutan lomba ini. Nambah pengalaman, pengetahuan, dan juga bisa refreshing! DJP berhasil mensosialisasikan pajak dari lomba ini. Gak ngebosenin, materinya dapet, keseruannya juga dapet! Sukses terus DJP dalam mengadakan program-program seperti ini!
Final Rate
8/10
8/10


No comments:
Post a Comment